Pages

Tampilkan postingan dengan label celotehku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celotehku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Because I Miss You

Anyeong.. Lama nih gk celoteh di blog.. Riweuh ini itu.. Makanya gak sempet.. Hihi.. gaya ah,,
Kenapa titlenya 'Because I Miss You'?
Soalnya #nowplaying Because I Miss You by Jung Yonghwa..
yang jd soundtrack film terbarunya 'Heartstrings'..
ceritanya disitu si Yonghwa merindukan sosok ayahnya yang hilang dan dia pengen bgt ketemu ama ayahya..
Dan..
sama ceritanya sama aku..
aku juga merindukan seseorang yang ingin aku jumpai,,
kakek..
benar2 merindukannya yang sudah lebih dulu dipanggil olehNya..
beliau sosok yang istimewa bagiku dan banyak orang..
meskipun aku cuman denger dari cerita sana sini..
tapi aku ingin beliau hidup kembali..
tapi keinginanku terlalu muluk, dan nonsense..
andai beliau ada, mungkin aku bisa menjadi aku yang lebih baik..
aku bisa menjadi aku yang lebih tegar..
aku bisa menjadi aku yang lebih bisa dibanggakan..

entahlah, hari ini ingin sekali menangis dan tak terasa aku pun sudah menangis,,
ingin sekali merasakan hangat pelukan dari kakek..
ingin mendengarkan dongengnya sebelum lelapku..
ingin mendengar wejangannya..
dan ingin mencium tangannya sebelum aku pergi menuntut ilmu..

Semoga engkau bahagia kakek.. dan aku yakin engkau bersama orang2 shaleh di sana,, Aamin,,

Jumat, 27 Mei 2011

Saengil chuka hamnida :)

Saengil chuka hamnida

Saengil chuka hamnida

Saengil chuka hamnida

Saengil chuka hamnida


Alhamdulillah atas nikmat nafas yang tak tergantikan nilainya.. Trimakasih Ya Allah.. 


Weuw.. Berkurang umurku hari ini.. Semakin tua.. Growing adult.. Dituntut lebih tanggungjawab terhadap apa yang aku perbuat.

22 tahun menapaki hidup di bumi ini.. Dengan banyak bimbingan dan pengalaman dari orang tua, keluarga, teman-teman dan sahabat..

Ahh,, rasanya baru kemarin aku terlahir, baru kemarin aku ditimang-timang nenekku, baru kemarin aku bermain seluncur di taman kanak-kanak itu..

Kenapa waktu begitu cepat?

Belum banyak ilmu yang aku dapatkan selama aku belajar di sekolah..

Belum tuntas aku melaksanakan keinginan orang tua..

Kenapa sudah 22 tahun?

Ingin rasanya memutar waktu..

Agar aku menghabiskan waktu silam dengan kegiatan yang bermanfaat..

Tapi itu impossible.. Dunia ini bukan magic yang bisa di ubah dengan hanya membalikkan tangan..

Penyesalan memang selalu datang di akhir..

Semoga dengan berkurangnya umur ini, hidupku kan lebih bermanfaat.

Dan juga cepet lulus..

Amin Ya Rabbi..

Makasih buat semua orang yang menjadi kawan baikku, makasih buatmu atas kesetiaanmu, dan makasih yang mendalam untuk ayah ibu dan adik-adik..

Ibu, meskipun aku sudah tua beri perhatian dan pengawasan yang sama dengan ketika aku masih kecil dulu..

Saranghae..

Senin, 23 Mei 2011

Merindukan Sosoknya

Bangsa ini merindukan sosoknya..
Sosok pemimpin yang kalem..
Sosok bapak negara yang berwibawa..
Sosok kakek dari penerus bangsa yang murah senyum,,
Sosok yang inspiratif..
Berkatnya negeri ini mengalami perkembangan pesat.
Darinya petani makmur, dan panen teratur..
Karenanya orang2 pintar menerima beasiswa supersemar..
Olehnya Indonesia menjadi macan Asia..
Ah, di mana lagi kami akan menemukan sosok seperti itu..
Sosok Pak Soeharto..
Sulit.. Dan sangat sulit..

Andai dulu aku sudah besar dan dewasa, aku akan menghalangi demonstran2 itu. Andai dulu aku tau negeri ini kan jadi begini.. Penyesalan kenapa datang belakang?
Sebagai keberhasilan seorang pemimpin, pasti ada kelemahan di balik itu semua. Sadarkah kalian tentang masalah korupsinya kalau sebenarnya bukan mutlak kesalahannya. Tapi para penjilat yang berada di belakangnya. Penjilat yang menjerumuskan beliau dalam kehancuran, dan mereka meninggalkan beliau saat semua orang mencerca. Manusia seperti apa mereka.
Masalah kediktatorannya, kenapa dipermasalahkan? Sebagai sosok yang cerdik, mungkin kediktatorannya sebagai pemimpin memang dirasa perlu dalam menertibkan bangsa ini. Hai manusia, negeri kita masih dalam tahap menuju perkembangan, bukan negara maju dan teratur seperti Jepang. Kalo nggak diktator, pasti kacau di mana-mana.

Bandingkan dengan sekarang. Sebenernya perbandingannya 11:12 dalam masalah korupsi. Pemerintahan sama-sama banyak korupsi, tiap hari di televisi nggak ada berita yang nggak nayangin korupsi. Mana ngga selese2 pula kasusnya. Malah tambah banyak. Cuman bedanya, kalo jaman Pak Harto rakyat masih makmur meskipun korupsi sana-sini. Pembangunan juga berkembang. Tapi kalo sekarang, rakyat miskin makin menjamur. Pembangunan macet, malah yang dibangun gedung yang sebenernya bener-bener ngga penting. Sebenernya apa sih yang ada dalam pikiran pemerintah ato wakil rakyat? #nggabisamikir

Dari lubuk hati sebenernya aku bukan orang yang membela dan menyalahkan pemimpin yang terdahulu dan sekarang. Tapi, aku cuma rindu dengan Indonesiaku yang makmur dan tertib. Bukan aku ngga menghargai pemimpin yang sekarang, tapi aku menyesalkan dengan para penjilat yang memanfaatkan kebaikan pemimpin sekarang. Mereka ngga liat masyarakat miskin yang sudah merajalela. Anak-anak putus sekolah demi membantu orang tua mencari nafkah. Masyarakat yang menderita penyakit akut dan butuh operasi. Mana tindakan mereka? Hanya memalingkan muka dan acuh tak acuh. Na'udzubillah..

Sekali lagi aku cuma mengungkapkan pendapat, bagi yang ndak setuju monggo dipersilahkan untuk berkomentar.. Ngga ada salahnya kan kita berpendapat, ini kan negara demokrasi.. :D

Sabtu, 21 Mei 2011

Saya kualat ^^

"Ah, orang kok sipit2. Tar kalo aku liat mereka aku jadi ngantuk cah." Itu yang dulu ak selalu bilang kalo ada orang-orang Jepang ama Korea lagi nampang di leptopnya temen-temenku. Eeeh,, lama-lama aku ketularan deh.
Berawal dari serial  Jepang Hanazakari No Kimitachie yang tiba-tiba ada di leptopku meskipun cuma 2 episode. Dan aku ngga sadar kalo ada serial kaya begituan.
Suatu saat waktu aku ngerjain tugas di kosnya temen, temenku ada yang liat-liat isi leptopku, terus dia tanya "Cun, ini pilem apa?". Aku jawab,"Nggak tau.". Terus dia ngeplay serial itu,, aku perhatiin dia waktu nonton pilm itu wajahnya excited banget. Eeh.. Aku juga ikut nimbrung deh. 1jam lebih aku nonton pilm tu. Lama-lama penasaran juga cerita lanjutannya. Haha.. Sayangnya cuma ada 2 episode. Ugh..
Temenku biang, "Cun nyario lanjutannya. Kok tadi si Mizuki kissing ama Sano? Blablablabla.." Yaudah aku menyanggupinya. Wahahaha.. Nyampe di kos aku tanya sama temen sekamarku apa dia yang ngasi pilm itu ke leptopku, eh ternyata emang dia. Yaudah aku minta episode lanjutannya. Tapi dia bilang gini, "Lah mbak, aku juga gak tau itu pilm apaan. Aku cuma asal ngopi aja." *gubrak!
Akhirnya aku suruh dia nonton juga, dia juga penasaran lanjutannya gimana. Hahaha. Berhubung kita sama2 penasarannya, yaudah aku ama dia pontang-panting kesana kemari nyari lanjutannya (ngga segitunya juga sih). Dan we've got it!
Setelah dapet, aku langsung play episode lanjutannya. Tentunya bareng ama temen sekamarku. Emang dasar serialnya geje pol, kita cekikikan ampe nggak kerasa udah jam berapa kita ngabisin waktu buat hal yang ngga berguna untuk masa depan itu *haha. Ternyata udah jam 2 pagi pemirsa! Padahal baru nyampe episode 10. Temenku langsung mencak-mencak, dia kan harus kuliah pagi. Sebenarnya aku juga siih.. Hehe.. Tapi aku ngelanjutin perjuanganku, sementara dia lebih milih tidur. Yah, episode 12 tercapai juga. Sekalian deh aku shubuh dulu trus tidur. Walhasil aku nggak masuk kuliah jam 8.
Dari situlah awal aku mencintai dunia orang sipit.. Dan mulai nyari2 serial-serial Jepang Korea. Dari film dan serial, lanjut mencintai J-Pop dan K-Pop. Emang bener sih kata orang-orang kalo "Cinta berawal dari benci".
Ugh, mau gimana lagi.. Hehe..
Makasi ya uda mau baca ampe titik yang terakhir. ^^

Jumat, 20 Mei 2011

Galau akibat Homotopy Tree

Dalam rangka menyusun proposal buat ngajuin tugas akhir program S1 ku, pengennya si aku ngajuin judul tentang segmentasi citra digital hasil rontgen thorax. Sedangkan obyeknya mengambil jantung. Kalo semua objek mah bikin pusing.. Kalo diliat dari judulnya emang simpel, tapi yang bikin pusing metodenya. Metodenya (berdasarkan bimbingan dosen) pake homotopy tree. Nah lo! Makanan dari mana sih.. *nggeblak
Menurut hasil pemahamanku dari jurnal-jurnal yang pake boso linggis berjilid-jilid itu, homotopy tree itu metode yang konsepnya mengelompokkan berdasarkan derajat keabuan. Trus dari hasil pengelompokkan itu lama-lama dapat diliat objek yang diinginkan. Gampang kan? *beuuuhh
Belum selese lah.. Denger-denger sih ada kontroversi antara narasumberku, kalo setelah pengelompokan derajat keabuan itu ada proses pengelompokan pixel berdasarkan ketetanggaan. Setelah itu dilakukan penipisan biar bentuk yang diinginkan keliatan. Tapi ada juga yang bilang ndak perlu pake pengelompokan pixel dan penipisan. Jadi intinya cuma pengelompokan derajat keabuan. Trus yang bener yang mana donk?

Atau malah pemahamanku di atas masih belum bener..
Kalo temen2 ada yang lebih memahami tentang homotopy tree dan algoritmanya, please gimme some bocoran..
Mohon bantuannya .. ^.^