Pages

Senin, 23 Mei 2011

Merindukan Sosoknya

Bangsa ini merindukan sosoknya..
Sosok pemimpin yang kalem..
Sosok bapak negara yang berwibawa..
Sosok kakek dari penerus bangsa yang murah senyum,,
Sosok yang inspiratif..
Berkatnya negeri ini mengalami perkembangan pesat.
Darinya petani makmur, dan panen teratur..
Karenanya orang2 pintar menerima beasiswa supersemar..
Olehnya Indonesia menjadi macan Asia..
Ah, di mana lagi kami akan menemukan sosok seperti itu..
Sosok Pak Soeharto..
Sulit.. Dan sangat sulit..

Andai dulu aku sudah besar dan dewasa, aku akan menghalangi demonstran2 itu. Andai dulu aku tau negeri ini kan jadi begini.. Penyesalan kenapa datang belakang?
Sebagai keberhasilan seorang pemimpin, pasti ada kelemahan di balik itu semua. Sadarkah kalian tentang masalah korupsinya kalau sebenarnya bukan mutlak kesalahannya. Tapi para penjilat yang berada di belakangnya. Penjilat yang menjerumuskan beliau dalam kehancuran, dan mereka meninggalkan beliau saat semua orang mencerca. Manusia seperti apa mereka.
Masalah kediktatorannya, kenapa dipermasalahkan? Sebagai sosok yang cerdik, mungkin kediktatorannya sebagai pemimpin memang dirasa perlu dalam menertibkan bangsa ini. Hai manusia, negeri kita masih dalam tahap menuju perkembangan, bukan negara maju dan teratur seperti Jepang. Kalo nggak diktator, pasti kacau di mana-mana.

Bandingkan dengan sekarang. Sebenernya perbandingannya 11:12 dalam masalah korupsi. Pemerintahan sama-sama banyak korupsi, tiap hari di televisi nggak ada berita yang nggak nayangin korupsi. Mana ngga selese2 pula kasusnya. Malah tambah banyak. Cuman bedanya, kalo jaman Pak Harto rakyat masih makmur meskipun korupsi sana-sini. Pembangunan juga berkembang. Tapi kalo sekarang, rakyat miskin makin menjamur. Pembangunan macet, malah yang dibangun gedung yang sebenernya bener-bener ngga penting. Sebenernya apa sih yang ada dalam pikiran pemerintah ato wakil rakyat? #nggabisamikir

Dari lubuk hati sebenernya aku bukan orang yang membela dan menyalahkan pemimpin yang terdahulu dan sekarang. Tapi, aku cuma rindu dengan Indonesiaku yang makmur dan tertib. Bukan aku ngga menghargai pemimpin yang sekarang, tapi aku menyesalkan dengan para penjilat yang memanfaatkan kebaikan pemimpin sekarang. Mereka ngga liat masyarakat miskin yang sudah merajalela. Anak-anak putus sekolah demi membantu orang tua mencari nafkah. Masyarakat yang menderita penyakit akut dan butuh operasi. Mana tindakan mereka? Hanya memalingkan muka dan acuh tak acuh. Na'udzubillah..

Sekali lagi aku cuma mengungkapkan pendapat, bagi yang ndak setuju monggo dipersilahkan untuk berkomentar.. Ngga ada salahnya kan kita berpendapat, ini kan negara demokrasi.. :D

0 komentar:

Posting Komentar